Friday, June 18, 2010

Terlambat

Pagi ini seperti biasa, gue dateng terlambat ke kantor. Kenapa gue bilang seperti biasa, karena emang hampir setiap hari gue dateng telat ke kantor. Tempat kerja gue sangat memperhatikan masalah kedisiplinan absen, termasuk masalah keterlambatan. Rekor statistik telat gue cukup fantastis, pernah dalam seminggu gue cuma 1 hari dateng on-time dan 4 hari telat. Bahkan, minggu ini 5 hari berturut-turut gue terlambat. Alhasil, tadi pagi gue ditegor sama atasan gue.

Maklum lah, kantor gue ini satu grup dengan perusahaan Jepang. Sudah pasti lingkungannya pun agak sedikit mengikuti budaya Jepang, seperti contohnya absen masuk kantor jam 8 pagi dan absen pulang jam 5 sore. Dan yang namanya kedisiplinan, khususnya masalah absen, bisa mempengaruhi penilaian performa tiap tahunnya. Atasan gue pribadi sih tidak mempermasalahkan bolong-bolongnya absen gue, tapi beliau sekadar mengingatkan agar tidak menjadi batu sandungan nanti ketika penilaian akhir tahun.

Padahal kalo inget-inget dulu waktu gue masih di HP, walopun masuknya itu jam 8 (jam 7 WIB), gue bahkan hampir nggak pernah telat. Atau karena transportasi di sana sudah sangat teratur jadi gue bisa ngitung waktu berangkat dari rumah dan waktu sampai ke kantor? Dan kembali lagi ke Jakarta berarti kembali lagi bertemu sama yang namanya macet? Klasik banget ya macet dijadiin alesan. :D

Dan yang pasti sekarang gue musti cari aman dulu, di kantor gue politiknya lumayan canggih, masalah like-dislike bisa jadi senjata.. :)

Ah mungkin aja guenya yang emang males berangkat pagi..
atau mungkin gue emang bukan morning person..
atau mungkin gue emang tukang ngaret..
atau mungkin gue nggak suka kerja pake absen..
atau mungkin gue kurang cocok dengan model perusahaan ini.. :)

Monday, March 01, 2010

Hidupi Hidupmu Dengan Berbagi

"Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow. The important thing is to not stop questioning."
Albert Einstein
Tulisan ini seharusnya sudah diposting kemaren, tapi karena satu dua hal baru pagi ini naik cetak.. :)

Sedikit menceritakan pengalaman, kemaren gue dapet kesempatan buat gantiin instruktur di salah satu penyedia pelatihan IT di Jakarta. Beliau berhalangan hadir karena urusan keluarga, maka gue diminta untuk gantiin beliau ngajar. Sebenernya gue lebih suka pake istilah sharing daripada mengajar. Karena gue rasa kata 'mengajar' yang identik dengan guru/instruktur masih terlalu berat lah buat gue pribadi yang justru masih perlu banyak belajar.

Agak sedikit bingung, dan ragu sampe pagi sebelum berangkat. Karena materi yang harus diajarkan sudah jauh berbeda dan lebih canggih kurikulumnya dari ketika jaman gue ikut kursus di tempat yang sama. Bingungnya adalah karena gue belom sempat baca-baca materi dengan kurikulum baru ini, walaupun malem sebelumnya gue udah coba download materinya, tapi entah kenapa kok tidak bisa dibuka di komputer gue. Dan paginya gue baru sadar ternyata cuma perlu sedikit utak-atik di konfigurasi flash player-nya. Ah!

Ragunya adalah karena gue khawatir temen-temen peserta nggak bisa menangkap dengan baik apa yang gue jelaskan, karena gue agak sedikit kurang pandai untuk menerangkan sesuatu. Dan juga karena ini adalah pengalaman pertama gue dapet kesempatan sharing seperti ini. Gue juga khawatir kalo nanti gue ngomong terlalu cepet dan temen-temen jadi nggak tertarik buat dengernya.

Waktu gue sampe, kelas masih kosong dan gue sempetin buat baca-baca materi sedikit. Nggak lama temen-temen peserta mulai dateng, dan session dimulai dengan me-review sedikit materi di chapter-chapter sebelumnya. Temen-temen peserta bilang kalo materi emang udah disampein. Jadi gue cuma tinggal nerangin materi yang temen-temen masih belom jelas. Dan kemaren pun seharian mereka cuma ngerjain ujian berbasiskan skill (skill-based assessment), dan ketika mereka selesai ngerjain ujian kita bahas materi ujiannya sama-sama. Secara umum sih temen-temen udah ngerti soal yang ditanyakan di ujian, karena ketika gue periksa dan nilai kerjaan mereka hasilnya bagus semua.

Alhamdulillah semua lancar, gue juga bisa nerangin dan jawab pertanyaan temen-temen dengan jelas. Dengan sharing session kaya gini gue juga bisa sambil belajar, biar knowledge yang gue punya juga nggak karatan dan Insya Allah bisa bermanfaat buat orang lain. Amin.

“Apabila seorang anak Adam meninggal, maka akan terputus amalannya kecuali tiga perkara : shadaqoh jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakan kepadanya” (HR Abu Hurairah)

Wednesday, October 28, 2009

Words of Wisdom

Actually I have another post which is supposed to be posted before this one. But since I've ran out of idea already to continue it, so I think I'd better to share you these words of wisdom I found on Yahoo! Answers. I took it from one of the answers for a question posted on Yahoo! Answers, I put the link to it as well.

http://answers.yahoo.com/question/index?qid=20061031195028AAySXYg

1. Know that all significant change throughout history has occurred not because of nations, armies, governments and certainly not committees. They happened as a result of the courage and commitment of individuals. People like Joan of Arc, Albert Einstein, Clara Barton, Abraham Lincoln, Thomas Edison and Rosa Parks. They might not have done it alone, but they were, without question, the change makers.

2. Believe that you have a unique purpose and potential in the world. It’s not so much something to create as to be discovered. And it’s up to you to discover it. Believe that you can and will make a difference.

3. Recognize that everything you do, every step you take, every sentence you write, every word you speak—or DON’T speak--counts. Nothing is trivial. The world may be big, but there are no small things. Everything matters.

4. To be the change you want to see in the world, you don’t have to be loud. You don’t have to be eloquent. You don’t have to be elected. You don’t even have to be particularly smart or well educated. You do, however, have to be committed.

5. Take personal responsibility. Never think that "it’s not my job". It’s a cop-out to say, "What can I do, I’m only one person." You don’t need everyone’s cooperation or anyone’s permission to make changes. Remember this little gem, "If it’s to be, it’s up to me."

6. Don’t get caught up in the how of things. If you’re clear on what you want to change and why you want to change it, the how will come. Many significant things have been left undone because someone let the problem solving interfere with the decision-making.

7. Don’t wait for things to be right in order to begin. Change is messy. Things will never be just right. Follow Teddy Roosevelt’s timeless advice, "Do what you can, with what you have, where you are."

8. The genesis for change is awareness. We cannot change what we don’t acknowledge. Most of the time, we aren’t aware of what’s wrong or what’s not working. We don’t see what could be. By becoming more aware, we begin the process of change.

9. Take to heart these words from Albert Einstein--arguably one of the smartest change masters who ever lived: "All meaningful and lasting change starts first in your imagination and then works its way out. Imagination is more important than knowledge."

10. In order for things to change, YOU have to change. We can’t change others; we can only change ourselves. However, when WE change, it changes everything. And in doing so, we truly can be the change we want to see in the world.

Sunday, September 13, 2009

Fall to rise (again)

"...kata Yusuf, Ya Allah jika memang kehidupan penjara lebih berarti bagiku daripada dunia luar, maka aku lebih memilih tinggal di penjara tapi dekat dengan-Mu, daripada aku hidup bersama manusia pendusta. Allah sedang berbicara denganmu tentang sabar dan ikhlas.

Sabar dan ikhlas..itu Islam, Fahri." -Fahri's cellmate (Ayat-ayat Cinta)-

Sabar dan ikhlas, dua kata itu yang terus melekat di benak gue sejak nonton film Ayat-ayat Cinta. Islam mengajarkan ummatnya untuk selalu menjaga kesabaran dan keikhlasan di setiap waktu. Seberat apapun masalah dan cobaan yang kita dapet, Insya Allah ada jalan keluarnya kalo kita tetap berikhtiar dan tawakkal akan hasil akhirnya. Kata ustad tetangga, sebaik-baiknya orang beriman adalah yang beristighfar ketika mendapat cobaan, dan bukan sebaliknya berkeluh kesah kepada orang lain.

I've been in a lot of ups and downs in my whole life. School, college, works, love, family. Dan justru semua itu makna kita menjalani hidup sebagai manusia yang beragama dan bertuhan. Jalan hidup kita nggak akan mungkin datar dan lurus-lurus aja, nggak akan mungkin selalu manis, dan nggak akan mungkin pait terus, what's the point of living our life then?

Baru sekitar beberapa bulan lalu gue ngalamin kejadian yang, Insya Allah, gue gak akan mau terulang lagi. Walopun dari kejadian kemarin itu gue bisa ngambil banyak hikmahnya. Kemarin itu gue sempet unemployed sekitar 3 bulan, setelah sebelomnya 'cuma' (di)kerja(in) selama 3 bulan juga di salah satu vendor IT asal India yang punya project di salah satu operator GSM di Indonesia, dan setelah sebelomnya gue kerja di negri jiran selama setaun di HP Malaysia.

Banyak yang nanya, kenapa gue cabut dan pindah dari Malaysia, di saat (mungkin) banyak orang Indonesia yang pengen cari kerja overseas. Tapi gue juga nggak asal mutusin pindah segampang itu, gue udah konsultasi ke orang tua, dan yang pasti setelah sholat Istikharah. Dan biarpun akhirnya gue jadi unemployed karena, bisa dibilang diboongin sama si vendor India itu, tapi ya mungkin emang udah jalannya gue musti pindah pulang kampung lagi. Dan yang pasti, udah banyak banget pelajaran yang bisa gue ambil selama gue nganggur itu. Salah satunya, bersyukur.

There's a time and place for everything, for everyone
We can push with all our might

But nothing's gonna come

Oh no, nothing's gonna change

-Van Halen (Can't Stop Loving You)-

Gue baru aja ketemu seseorang yang luar biasa. Dia cantik, dia pintar, dia dewasa, dia baik, completely adorable. Banyak hal yang bisa gue pelajarin dari dia, walaupun gue kenal dia baru terbilang sebentar. Dia pernah bilang ke gue, kalo kita sabar dan ikhlas, pasti akan ada jalan terbaik yang Allah kasih ke kita. Rencana-Nya jauh lebih indah daripada rencana kita terhadap diri kit sendiri, dan apa yang menurut kita baik belum tentu itu yang terbaik menurut jalan-Nya.

She also inspires me a lot, especially about love. Kalo gue boleh pinjem quote-nya, "You don't have to jump off a tall building to show that you love someone." Hehe..I couldn't agree more on that. She also said, "Love is painted in the heart, it is a lot better to show your love in a wiser way instead of insanity." Hehe..once again, you got a point, girl. But in case she pointed it out to me, well, am I insane? am I out of my mind? No, I'm not crazy. But I'm crazy about you. :p

*keplak!*

Dan dari semua bubbling questions yang gue punya ke dia, ada satu yang dengan tiba-tiba came out of nowhere dan terucap gitu aja: Kenapa sih musti udah ada yang punya? :p

Well, emang udah jalannya seperti itu. We will never know what is there written for us, what is there waiting for us. If you see a soothing light at the end of a tunnel, it could be anything. It could be someone special for you, it could be the answer to all of your questions, or even it could be just a freight train coming your way.

I'm very grateful for what all you've taught me, for what you've been all this time. I pray what's best for you. You don't have to worry about me, it's you who I'll take care of. Let me know what plagues your mind, let me be the one to know you best. Be the one to hold you up, when you feel like you're sinking. I walk beside you, whereever you are. Whatever it takes, no matter how far.

Tuhan pasti 'kan menunjukkan
kebesaran dan kuasa-Nya

bagi hamba-Nya yang sabar

dan tak kenal putus asa

-D'Masiv (Jangan Menyerah)-

Saturday, October 25, 2008

Lesson Learned

If you love somebody, set them free. If they return, they were always yours. If they don’t, they never were.


Lazimnya kalau kita berbuat salah, kita minta maaf. Itu manusiawi. Apa hal pertama yang kamu lakukan kalau ada sesuatu yang kamu ucapkan, atau sikap kamu yang secara tidak kamu sadari telah menyakiti perasaan seseorang? Kalau saya, jujur, pasti minta maaf saat itu juga. Apapun alasan kita, baik itu dilakukan secara sadar maupun tidak, telah membuat sesuatu yang tidak mengenakkan bagi orang lain. Dan sekali lagi, saya pasti akan meminta maaf.

Pernahkah kamu merasakan mencoba membangun sesuatu yang kamu harapkan pada akhirnya akan menjadi sesuatu yang kokoh dan berdiri selamanya hanya untuk melihat apa yang kamu bangun itu hancur berantakan karena satu atau dua kesalahan yang tidak sebenarnya tidak perlu terjadi? Stupid.

And makes it looks more stupid and ridiculous because it happened with the man who wrote this posting.

Saya teringat kata-kata yang diucapkan oleh seseorang yang saya anggap sangat istimewa, bahwa Tuhan tidak menciptakan untuk manusia dua buah mata di belakang kepala, melainkan di depan. Dia juga bilang jalani hidup ini maju ke depan, bukan dengan melihat ke belakang.

Life can only be understood backwards; but it must be lived forwards.
Soren Kierkegaard
Danish philosopher (1813 - 1855)


Speechless. Tidak mampu berkata-kata. Itulah perasaan yang saya alami ketika harus berhadapan dengan kenyataan bahwa sesuatu yang saya sedang coba bangun, harus hilang begitu saja hanya karena sebuah blunder. Ya, bukan hanya pemain sepak bola yang bisa melakukan blunder, siapa pun ternyata bisa melakukannya.

Belajar dari kesalahan, ambil hikmah yang terjadi, dan jangan ulangi kesalahan itu di hari ini dan hari kemudian. Jadikan semua itu bagian dari sebuah proses panjang hidup ini, kembali bangun menjalani semua ini dan mulai lagi dari awal yang baik. Berharap menjalani semua itu bersamanya.

I felt ashamed for what I had done. I don’t have any excuses. I did what I did. I take full responsibility for myself and my actions. I wouldn’t pawn this off on anybody. I’m sorry it happened. And I hurt you. Forgive me.

Thursday, May 08, 2008

Between good and evil

"When I despair, I remember that all through history the way of truth and love has always won. There have been tyrants and murderers and for a time they seem invincible, but in the end, they always fall — think of it, always." -Mohandas Karamchand Gandhi


Hey it has been a while.. In fact, I had so much to write about since I left Jakarta to begin a new journey here in Malaysia. What's up with the title? yeah that is what I've been through..

Being a game addict is what I call the evil side of me, and being a learning freak is just the opposite. What is so evil about being a game addict? It's totally consuming your time. And since you can't turn back in time, well..it makes time is the most precious thing in your life. No offense to my fellow gamers out there, I'm on your side.

Since I have 'Sarah' by my side -FYI, 'Sarah' is my new laptop- my evil side owns me. My noble purpose having this new laptop is for my learning desire, as for now I'm in the midst of my certification preparation.

I just can't resist myself looking at those sparkling shortcut icons on my desktop.. :D Well, some of them are old titles like Company of Heroes: Opposing Fronts, Call of Duty 4: Modern Warfare, Medal of Honor: Airborne, Need for Speed ProStreet, Command & Conquer 3: Kane's Wrath, Crysis, PES 2008. And the newer ones are Assassin's Creed and Rainbowsix Vegas 2.

I don't know, sometimes I feel like I need to have a trigger, need to have someone pushing me from behind to make me stop playing for the sake of my study. I'll have to start the battle against myself, build my motivation, struggle within, break out from my laziness, and eventually I will see myself on the other side.

Thursday, September 13, 2007

Selamat Jalan, 'Met!

Hujan badai kau lalui
Panas kering kau terjang
Saat susah, maupun senang
Kau selalu ada untukku
Selama hampir 2 taun ke mana-mana bersama si Slamet, mulai sekarang kembali ke angkot. Kerasa banget sih soalnya yang tadinya bisa bebas pergi ke mana-mana, gak peduli siang malem. Berhubung rencana kepindahan gue ke KL, terpaksa harus ngelepas motor ke orang. Karena kalo di rumah juga nggak ada yang pake, sekalian buat modal uang saku ke KL.

Hati-hati yo 'Met, seumur-umur lo sama gue nggak pernah jatoh, body lo masih mulus banget tuh.. :))